oleh

Salurkan Bantuan, IOF Sulbar Terobos Daerah Terisolir di Masamba

MASAMBA – Indonesia Off-Road Federation (IOF) Sulbar, bukan hanya sekadar wadah otomotif. Tapi, dalam urusan kemanusiaan, organisasi inijuga tak alpa.

Pada banjir bandang yang menimpa Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulsel, IOF Sulbar turut menyalurkan bantuan ke Desa Maipi, Kecamatan Masamba. Bantuan itu diangkut dengan kendaraan berspesifikasi off road. Sebab ada daerah daerah tersisolir yang ingin dijangkau.

Desa Maipi adalah salah satu daerah yang terisolir sehingga ini menjadi fokus para Offroader untuk menyalurkan bantuan. Berangkat dari Mamuju pada Jumat 24 Juli 2020, tiba di Masamba dan langsung menuju ke Desa Maipi.

“Sebelum berangkat ke Masamba kita sudah niatkan untuk mencari titik lokasi yang sulit dijangkau, karena pasti sangat membutuhkan bahan pokok pasca banjir bandang,” ucap Ketua IOF Pengcab Mamuju Dandi saat tiba di Maipi, Sabtu malak 25 Juli.

Ia mengaku, meski hanya 12 Kilometer jarak Maipi dari jalan poros Masamba, namun butuh waktu, tenaga, agar kendaraan bisa tembus.

“Jaraknya hanya sekitar 12 Kilometer, tapi harus dilalui dengan kendaraan khusus seperti mobil offroad. Karena harus menyeberangi sungai, jalan kadang berlumpur, nanjak dan terjal. Belum lagi ada beberapa jalan yang hampir putus, tapi alhamdulillah kami mampu tiba disini (Maipi, red) sebelum salat magrib,” sambungnya.

Para offroader Sulbar saat tiba di lokasi bencana di Masamba.

Tiba di lokasi, beberapa warga menanyakan bahan bakar karena sudah beberapa hari terisolasi.

“Untungnya kami memang membawa persedian bensin dan kami langsung bagikan termasuk untuk pengurus mesjid. Karena sejak kejadian banjir warga hanya menggunakan genset, dan hanya sesaat jerigen 20 liter isi bensin habis terbagi,” papar Dandi.

Minggu pagi, 26 Juli 2020, tim IOF mengawali hari dangan mengunjungi rumah rumah warga yang tertimpa bencana alam dan memang puluhan rumah rusak parah bahkan ada yang hilang. Setelah itu dilanjutkan dengan sarapan dan ditutup dengan pembagian kebutuhan pokok bagi warga Maipi.

Pengawas lapangan Posko Maipi yang juga warga setempat, Firman, menganggap kehadiran IOF Sulbar sangat membantu meringankan beban warga yang tertimpa maupun terdampak bencana.

“Kami disini sangat bersyukur dan berterima kasih atas kedatangan IOF Sulbar, sudah rela jauh-jauh dari Sulbar datang kemari membawa bantuan dan mampu menembus hingga ke daerah kami yang medannya memang berat dan terisolir. Ini sangat bermanfaat dan langsung diterima masyarakat,” jelasnya.

Ia menyebutkan, di Maipi dihuni sekira 800 Kepala Keluarga (KK), dan rumah yang rusak 20 unit, delapan rumah terbawa banjir. Sementara yang warga mengungsi sekira 57 KK, dan 70 KK juga ikut terdampak.

Menurutnya, kondisi warga malam itu mencengangkan, karena tidak disangka-sangka banjir sampai ke rumah-rumah yang dekat dengan sungai.

“Meski warga yang berada di bantaran sungai sudah antisipasi, tetapi kejadiannya malam jadi tetap kami panik, dan sesegera munkin mengunsi ke daerah ketinggian,” ceritanya.

Beberapa fasilitas yang rusak parah akibat banjir bandang ini di Maipi yakni akses jalan utama ke Masamba putus sepanjang 7 Kilometer.

“Yang paling dirasakan masyarakat adalah akses jalan penghubung ke Masamba yang putus, jembatan juga ada dua yang putus, dan jembatan gantung ada tiga yang putus juga, apalagi aliran listrik juga sejak kejadian banjir sampai saat ini masih padam karena banyak tiang listrik yang tumbang,” urainya.

Karena kondisi tersebut, dua hari setelah bencana banjir, masyarakat bergotong royong untuk membuka akses jalan, minimal dapat dilalui roda dua, agar bantuan dapat menembus dan menyentuh warga Maipi. Ia berharap dua hal dapat segera dibenahi yakni akses jalan kembali pulih dan arus listrik juga dapat normal.

IOF Sulbar hadir bersama IOF Pengcab Mamuju, IOF Pengcab Polman, Komunitas Matrex, Tim Maleo, AOX, VOX, MJF Mandar, dengan membawa bantuan hasil donasi dari berbagai kalangan seperti RAC-19, Forum CSR Sulbar, MUC, Mamuju Kreatif, Alibe dan RS25ART. (rls/ham)

Loading...

Komentar