oleh

Perjalanan Karier Omas, dari Lenong Hingga Sinetron

JAKARTA–Seniwati asal Betawi, Omaswati atau dikenal Omas meninggal dunia di usia 54 tahun, Kamis 16 Juli, pukul 19.30 WIB.

Masyarakat Indonesia mengenal sosok almarhumah melalui perannya yang jenaka, memadukan gaya bicara ceplas-ceplos dengan ekspresi wajah yang khas, saat tampil di berbagai acara televisi maupun lenong.

Perempuan kelahiran Jakarta 3 Mei 1966 itu merupakan saudari kandung seniman Mandra dan Mastur itu memang lekat dengan lenong.

Dalam sebuah wawancara, Omas mengaku sudah mengenal lenong sejak usia tujuh tahun karena keluarganya juga seniman, pada 1973. Ia memulai karier di dunia hiburan tanah air dari lenong. Salah satu kelompok lenong yang pernah dia ikuti bernama Sinar Baru pimpinan adiknya, Mastur.

Omas juga pernah tampil di acara lenong salah satu stasiun televisi swasta, “Lenong Abang None” bersama Mpok Atiek, Malih, Yurike P dan Tata Dado.

Kemudian, untuk memperluas pengetahuan di dunia seni Betawi, dia kerap meminta saran kepada senior-seniornya termasuk mendiang Mpok Nori. Semasa hidup, dia pernah berkisah sempat dititipkan pesan untuk menjaga kesenian Betawi oleh Mpok Nori.

Waktu itu, Omas sempat berpendapat sulit mewujudkannya mengingat perlu adanya kerja sama kuat dari sesama warga Betawi, pemerintah dan lembaga lainnya.

Upaya Omas melestarikan salah satu kesenian Betawi itu melalui keikutsertaannya mendirikan organisasi Pangsi (Pelestarian Sanggar Seni Budaya Betawi) bersama Mandra dan seniman Betawi lainnya pada 2012.

Dia juga mendirikan grup “Letop” alias Lenong dan Topeng Betawi di rumahnya, kawasan Depok, Jawa Barat. Selain lenong, Omas juga pernah tampil di berbagai acara televisi sebagai pemeran pendukung dalam sejumlah sinetron dan dimulai melalui judul “Matahariku”.

Dalam sinetron ini, ia memerankan tokoh dengan nama bersama karakter yang sama dengan dirinya. Dia tampil ceplas-ceplos dan jenaka di sana. Setelah itu, dia juga tampil dalam judul sinetron lain seperti Yang Muda yang Bercinta, Jodoh Apa Bodoh, Insyaf, Upik Abu dan Laura, Akibat Pernikahan Dini dan Cinta Fitri. (ant/jpnn)

Loading...

Komentar