oleh

Pedagang Positif, Pasar Ditutup Sementara

-Polman-1.663 views

POLEWALI – Kasus baru Covid-19 muncul di Kabupaten Polewali Mandar. Tiga kasus terakhir menyasar pedangan. Buntutnya, Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Polewali Mandar memutuskan tiga pasar dilakukan sterilisasi. Dalam melakukan sterilisasi pasar ini, tim gugus tugas melakukan penutupan sementara sejumlah pasar. Ada tiga pasar ditutup sementara secara bergiliran.

Pertama Pasar Sentral Pekkabata ditutup selama tiga hari mulai Sabtu 11 Juli hingga Senin 13 Juli, kemudian Selasa 14 Juli dibuka kembali. Lalu Pasar Baru Polewali, ditutup selama tiga hari mulai Selasa 14 Juli hingga Kamis 16 Juli, kemudian Jumat 17 Juli dibuka kembali. Selain itu dua pasar di Wonomulyo yakni Pasar Induk dan Pasar Ikan juga ditutup mulai Senin 13 Juli hingga Selasa 14 Juli kemudian dibuka kembali Rabu 15 Juli.

Selama pasar ditutup, tim gugus tugas Covid-19 Polman melakukan sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan. Setelah pasar dibuka kembali pemberlakuan protokol kesehatan akan lebih diperketat, baik bagi pedagang maupun pembeli.

Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar memimpin langsung kegiatan penyemprotan disinfektan di area Pasar Sentral Pekkabata Kecamatan Polewali, Sabtu, 11 Juli. Kegiatan ini juga diikuti sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Dalam kegiatan ini, Andi Ibrahim Masdar mengawali penyemprotan dengan menggendong tangki kemudian menyemprot beberapa kios dalam Pasar Pekkabata lalu dilanjutkan oleh para petugas dari Puskesmas Pekkabata.

Penyemprotan ini dilakukan untuk menindaklanjuti adanya klaster pasar positif covid 19 yang telah dikarantina di RSUD Polewali. Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar mengatakan, keseluruhan kios dalam dan di luar pasar disemprot disinpektan. Baik yang tidak digunakan semuanya disemprot agar benar-benar steril.

“Hari ini (Sabtu) kita melakukan penyemprotan di Pasar Sentral Pekkabata. Kemudian Senin Pasar Baru Polewali kemudian Pasar Wonomulyo. Selain itu juga dilakukan di pasar kecamatan karena banyaknya pedagang yang berpindah-pindah pasar berjualan,” terang Andi Ibrahim Masdar.

Lanjutnya, Pasar Sentral Pekkabata ditutup selama tiga hari dan sudah meminta agar kepala pasar menggembok pintu masuk pasar. Hal ini untuk memastikan para pedagang di depan pasar tetap tutup disiagakan anggota Satpol PP berpatroli selama tiga hari di Pasar Sentral Pekkabata.

Andi Ibrahim juga menyampaikan jika kegiatan penyemprotan di Pasar Sentral Pekkabata ini sudah diumumkan kepada para pedagang dan semua menerima kegiatan dengan sadar demi kebaikan bersama.

Pemkab Polman juga akan melakukan rafid tes bagi seluruh pedagang pasar. Andi Ibrahim menyampaikan virus ini dibawah dari luar, untuk itu sangat penting melakukan rafid tes kepada para pedagang dari luar seperti pedagang pakaian impor bekas (cakar) yang mayoritas dari luar Polman perlu di rafid sebelum berdagang di Polman.

Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Polman Andi Suaib Nawawi mengatakan, sebelum pelaksanaan rafid tes massal pihaknya akan menginformasikan terlebih dahulu kepada para pedagang. “Hari Selasa pekan depan akan kita umumkan jika akan dilakukan rafid massal, Rabu nanti di Puskesmas Pekkabata secara gratis bagi pedagang KTP Polman. Sementara ber-KTP di luar Polman dikenakan biaya rafid Rp150 sesuai standar Kemenkes,” jelasnya.

Lanjutnya, semua pedagang di Pasar Sentral, Pasar Baru Polewali dan Pasar Wonomulyo akan di rafid test. Apabila ada yang positif hasil tes rafidnya akan ditindaklanjuti dengan dilakukan swab. Ia juga menyampaikan tingkat akurasi rafid test mencapai 60 persen dan untuk memastikan positif dilakukan swab.

“Bagi pedagang yang tidak mau di rafid test tidak dibolehkan berjualan. Karena ini kebaikan kita bersama dalam mememutus mata rantai penyebaran Covid-19. Dalam Undang-undang Karantina dan penyakit menular boleh dilakukan pemaksaan,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Pelaksana Tugas Direktur RSUD Polewali dr Andi Emy Purnama mengatakan, ada tiga orang anggota keluarga klaster pasar yang dirawat di RSUD Polewali. “Yang pertama masuk saat kecelakaan, tapi karena ada nyeri bahu sehingga kita foto rogseng dadanya. Ternyata ada infeksi di paruparu lalu di rafid test dinyatakan reaktif kemudian dilanjutkan swab hasilnya positif. Kemudian keesokan harinya dilakukan traking ditemukan orangtua dan saudaranya positif juga,” jelasnya.

Ketiganya anggota keluarga tersebut dirawat di RSUD Polewali dua diantaranya hanya mengalami gejala ringan seperti batuk dan penularannya diperkirakan berasal dari orang tua keluarga ini yang berjualan di pasar.

Sebelumnya salah seorang pedagang Pasar Ikan Wonomulyo juga dinyatakan positif korona dari hasil pemeriksaan swabnya. Kemudian dilakukan lagi traking didapati lagi anggota keluarganya kembali positif.

Terkait penutupan sementara dan sterilisasi pasar, salah seorang pedangan Pasar Sentral Pekkabata Muh Danial menyambut baik kegiatan tersebut yang dilakukan oleh Pemkab Polman. Menurutnya kegiatan tersebut sangat positif demi menjaga kesehatan bersama asal penutupan tidak terlalu lama. Ia juga mengaku siap untuk dirafid tes asal gratis.

“Kami setuju saja dilakukan pemyemprotan oleh pemkab demi kebaikan bersama dan hanya sebentar saja karena ekonomi harus terus berputar. Karena tidak menutup kemungkinan ada pedagang yang pinjam modal perbankan yang harus juga bayar tiap bulannya,” tutup Muh Danial. (arf/mkb)

Loading...

Komentar