oleh

KSU Bunga Rama Polman Dapat Bantuan 2,2 Miliar Dari LPDB

-Mamuju-1.510 views

SIMBORO – Untuk menyehatkan koperasi di Indonesia, Presiden Joko Widodo meminta agar Lembaga Pengelola Dana Bergulir Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB UMKM) segera menyalurkan anggaran Rp 1 triliun yang sudah disiapkan untuk koperasi saat melakukan video conference yang diikuti Gubernur Sulbar beserta jajarannya, di Kantor Gubernur Sulbar Kamis 23 Juli 2020.

Pinjaman tersebut berkisar antara Rp 2 miliar hingga Rp 50 miliar per koperasi. Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga yang kecil yakni 3 persen menurun. Di Sulbar, satu koperasi yakni KSU Bunga Rama dari Kabupaten Polman mendapatkan bantuan sebesar Rp 2,2 miliar.

Jokowi meyakini dana Rp 1 triliun tersebut akan memperbaiki likuiditas koperasi. Sehingga, koperasi dapat leluasa memberikan pinjaman kepada pelaku UMKM untuk bantuan modal.

“Ini segera berikan kepada koperasi-koperasi yang baik agar dari koperasi juga diberikan kepada anggota-anggotanya, pelaku-pelaku usaha secepat-cepatnya. Tapi jangan tinggi-tinggi,” ujarnya.

Hingga saat ini, lanjut Jokowi, dana yang sudah tersalurkan sebesar Rp 381 miliar kepada koperasi. Ia menginginkan angka tersebut terus bertambah agar terjadi perputaran uang di masyarakat kelas menengah ke bawah.

“Jangan berhenti besok tambah lagi minggu depan tambah lagi sehingga koperasi-koperasi yang kita miliki betul-betul likuiditasnya baik dan bisa memberikan pinjaman kepada para anggotanya,” ujarnya.

Selain itu, Jokowi meminta agar proses pencairan pinjaman di koperasi dan LPDB dipercepat dan disederhanakan. Dia mengingatkan jangan sampai LPDB baru mencairkan dana saat koperasi sudah tutup.

“Saya tidak ingin koperasinya tutup baru dibantu. Enggak ada artinya. Jangan nunggu, pelaku usaha juga sama. Segera bantu mereka, gunakan tambahan modal kerja produktif ini untuk menggerakkan ekonomi utamanya yang berada di daerah,” ujarnya.

Jokowi berharap, dengan adanya penyaluran dana tersebut, koperasi dan UMKM kembali bergeliat menumbuhkan perekonomiannya. Karena, pemulihan ekonomi Indonesia yang terdampak pandemi Covid-19 sangat bergantung pada tiga bulan ke depan, Juli hingga September.

“Penyaluran tersebut dilakukan pada kuartal ketiga tahun 2020 atau pada bulan Juli, Agustus dan September. Hal itu agar memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi tahun 2020,” ujarnya.

Gubernur Sulbar Ali Baal Maasdar didampingi Kepala Disperindagkop dan UKM Sulbar Amir Maricar foto bersama dengan pengelola koperasi di Sulbar.

Ditemui usai acara, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar berharap agar bantuan yang diberikan kepada koperasi khususnya di Sulbar bisa dikelola dengan baik. Jangan di sia-siakan anggaran ini. Harus dikelola dengan cepat, tepat dan berani.

“Jangan lagi disimpan-simpan anggaran ini. Anggaran ini jangan diberikan kepada anggota yang sudah terkapar atau yang sudah tidak beroperasi lagi. Tapi prioritaskan kepada anggota yang masih aktif tapi kekurangan dana. Sehingga mereka bisa bangkit kembali,” ujarnya.

Kepala Disperindagkop dan UKM Sulbar Amir Maricar mengatakan, dari 100 koperasi yang akan dibantu oleh LPDB di seluruh Indonesia, alhamdulillah koperasi di Sulbar mendapatkan satu bantuan, yakni KSU Bunga Rama yang berada di Kabupaten Polman sebesar 2,2 miliar. Tujuannya untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi yang selama ini memang di angkat oleh koperasi dan UMKM.

“Untuk periode pertama, hanya 100 koperasi yang mendapat bantuan dari LPDB, salahsatunya dari Sulbar. Kedepan akan ada bantuan tahap selanjutnya. Kami akan upayakan beberapa koperasi di Sulbar kembali mendapatkan bantuan dari LPDB,” ujarnya.

Sementara untuk UKM dan IKM, Ia mengaku sudah memiliki program. Insyaa Allah minggu depan, pihaknya sudah turun untuk memberikan stimulus berupa tambahan bantuan modal di enam kabupaten se-Sulbar yang diberikan langsung oleh Gubernur Sulbar.

“Tahap pertama, anggaran yang kita sediakan untuk UKM dan IKM sebesar Rp 8 miliar lebih. Jumlah UKM sekitar 1.357 penerima dan IKM sekitar 1.357 penerima. Nanti kita lihat perkembangan selanjutnya apakah akan kami arahkan untuk dana KUR ataukah dengan non KUR agar semua pelaku di Sulbar bisa bangkit kembali,” tutupnya. (ian)

Loading...

Komentar