oleh

Terdampak Covid-19, Disnakerda Sulbar Latih Ribuan Pekerja Kena PHK dan Dirumahkan

MAMUJU – Saat ini, sekitar 3.090 orang pekerja dari segala sektor di Sulbar terkena dampak Covid-19. Delapan orang di PHK, sedangkan 3.082 orang di rumahkan. Menyikapi hal tersebut, Dinas Tenaga Kerja Daerah (Disnakerda) Sulbar menggelar pelatihan kewirausahaan bagi pekerja tersebut.

Melalui aplikasi zoom, Kepala Disnakerda Sulbar Maddareski Salatin membuka secara resmi pelatihan kewirausahaan tahap pertama yang diikuti sebanyak 300 orang peserta atau 10 paket di lima Kabupaten se-Sulbar minus Kabupaten Pasangkayu, beberapa waktu lalu.

Tujuan pelatihan ini untuk memberikan pengetahuan tentang kewirausahaan bagi peserta sehingga dapat mengimplementasikannya. Pelaksanaan pelatihannya sepenuhnya diserahkan kepada kabupaten terkait. Disnakerda Sulbar hanya memberi dukungan anggaran.

Maddareski mengatakan, pelatihan kewirausahaan ini akan diikuti sebanyak 1.440 orang pekerja yang terdampak. Diantaranya, dari Kabupaten Mamuju sebanyak 480 orang. Mamuju Tengah sebanyak 150 orang, Pasangkayu sebanyak 180 orang, Majene sebanyak 240 orang, Polman sebanyak 180 orang dan Kabupaten Mamasa sebanyak 270 orang.

“Saat ini kita hanya mampu mengakomodir sebanyak 1440 orang pekerja terdampak melalui 48 paket. Masih ada 1.650 orang yang belum terakomodir. Olehnya, kita akan mengupayakan kembali untuk penganggaran pelatihan kewirausahaan tahap selanjutnya,” ujarnya.

Maddareski menambahkan, anggaran yang dikucurkan untuk pelatihan kewirausahaan ini sebesar Rp.2.419.551.500. Kabupaten Mamuju sebanyak Rp. 793.495.500. Mamuju Tengah sebesar Rp.152.418.500. Pasangkayu sebesar Rp.294.816.000. Majene sebesar Rp.404.087.500. Polman sebesar Rp.306.695.500 serta Kabupaten Mamasa sebesar Rp. 468.038.500.

“Karena saat ini penularan covid-19 terus terjadi, pelatihan ini tetap mengedepankan protokol kesehatan covid-19. Peserta wajib memakai masker, mencuci tangan, jaga jarak dan lainnya. Panitia sudah menyiapkan semua kebutuhannya,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Maddareski, Disnakerda Sulbar juga sementara menyiapkan dua program padat karya yakni produktif dan infrastruktur bagi masyarakat terkena dampak covid-19. Program produktif adalah program terkait dengan pengembangan usaha khususnya usaha di bidang peternakan dan budidaya rumput laut. Sementara program padat karya infrastruktur terkait dengan pembangunan yang ada didesa, seperti pembangunan rabat beton, drainase, jembatan gantung dan lainnya untuk menghubungkan sektor perekonomian satu dan lainnya.

“Kita berharap program ini sudah bisa berjalan awal Bulan Juli, karena program padat karya akan menghidupkan kembali perputaran ekonomi dan mengurangi jumlah pengangguran di Sulbar,” ujarnya.

Program ini dianggarkan sebesar Rp. 11.625.318.500 terdiri dari 86 paket pekerjaan di enam kabupaten se-Sulbar. 33 paket untuk program padat karya infrastruktur dan 53 paket untuk padat karya produktif. Pekerja yang dibutuhkan dalam program ini di taksir sebanyak 4.524 orang dari sekitar tempat pekerjaan padat karya dilaksanakan.

“Program ini akan membuka dua pendapatan bagi masyarakat, yakni uang pelaksanaan kerja (UPK) bagi tenaga kerja sebesar Rp.70 ribu perhari perorang dan pembelian bahan yang berdampak bagi masyarakat sekitar lokasi pembangunan infratruktur padat karya. Kita berharap dengan dilaksanakannya program padat karya ini, ada penambahan pendapatan bagi masyarakat khususnya yang berada ditempat pembangunan. Selain itu, kita juga berharap dapat mengurangi angka pengangguran,” ujarnya. (ian)

Loading...

Komentar