oleh

Pemkab Gelontorkan Paket Sembako Rp2,2 M, Adukan Jika Bermasalah

PASANGKAYU – Masyarakat sudah boleh beraktivitas di luar rumah. Namun demikian, Pemkab Pasangkayu tetap memberikan bantuan untuk masyarakat dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Senin 22 Juni, Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa menyalurkan secara simbolis bantuan paket sembako dengan nilai Ri 2,2 miliar. Bantuan itu bersumber dari APBD Pasangkayu tahun 2020, untuk penanggulangan pandemi Covid-19 dengan total anggaran Rp 36 miliar.

Paket sembako itu berupa beras 10 kg, terigu 2 kg, minyak goreng 2 liter, teh celup 2 kotak, dan gula pasir 2 kg.

Pada penyerahan itu, Agus mengatakan, sebanyak 10.745 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Pasangkayu bakal menerima bantuan pemerintah daerah tersebut, yang tersebar di 12 kecamatan.

“Penyaluran dilakukan bertahap. Pertama, ke wilayah Sarjo dan Bambaira. Kemudian berturut-turut hari berikutnya, masing-masing dua kecamatan per hari. Penyaluran sedianya dilakukan pada Mei. Namun urung karena proses validasi data yang cukup lama,” terang Agus.

Prosedur yang memakan waktu cukup lama, karena data diverifikasi oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Untuk mengantisipasi data ganda. “Usai data sudah dipastikan tak bermasalah baru bantuan bisa kami salurkan,” terang Agus sebelum melepaskan paket sembako, di pelataran kantor Bupati.

Agus berharap bantuan tersebut dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyatakat penerima bantuan. “Penyaluran bantuan akan dikawal secara ketat oleh aparat. Sehingga jika ada masalah di lapangan bisa diadukan kemudian kami akan cari solusinya. Kalau masih ada data ganda pasti akan dibatalkan. Begitupun jika ada penerima yang dinilai tidak layak menerima, maka juga bisa dibatalkan,” tegasnya.

Terhadap adanya temuan masalah di lapangan terkait penyaluran bantuan ini, ia berharap masyarakat melakukan pengaduan kepada yang berwenang, tidak malah membuat kegaduhan dan kericuhan.

“Semua elemen masyarakat mesti mengawasi penyaluran bantuan itu, kemudian diadukan dan diklarifikasi secara baik pada yang berwenang jika ada masalah” imbuhnya.

Terpisah, Kabag Pemerintahan Pemkab Pasangkayu Muhammad Hatta mengatakan, pengadaan paket sembako tersebut dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasangkayu melalui Bulog. Jumlahnya sebanyak 11.000 paket.

“Harga setiap paket Rp 200.000, jadi totalnya Rp 2,2 miliar untuk tahap pertama dan ada cadangan 255 paket, untuk antisipasi kondisi di lapangan,” terang Muhammad Hatta.

Pemkab tetap melakukan pemantauan lapangan, makanya belum dipastikan apakah ada atau tidak untuk tahap kedua dan ketiga.”Yang pasti adalah, pemda sudah mengangarkan untuk tiga tahap. Tentang penyalurannya pemda menyikapi kondisi di masyarakat,” pungkasnya. (*r3/dir)

Loading...

Komentar