oleh

Isolasi Ketat Hingga Stabilitas Pangan, Rekomendasi Penerima Beasiswa LPDP Sulbar

POLEWALI — Puluhan pengurus organisasi keilmuan dan kecendekiaan penerima beasiswa Lembaga Pengelola dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI yang tergabung dalam Mata Garuda (MG) Sulawesi Barat melakukan rapat terbatas via daring, menanggapi ancaman wabah korona.

Meningkatkan kewaspadaan, para penerima beasiswa tersebut berinisiatif mendorong pemerintah Sulbar agar terus melakukan langkah antisipasi, secepat mungkin.

Ketua Mata Garuda Sulbar, Abd Karim mengatakan Sulbar masih belum termasuk zona merah. Cara paling efektif saat ini mempertahankan status itu adalah dengan mengisolasi Sulbar. Kebijakan tepat dan cepat harus dilakukan demi keselamatan masyarakat yang belum terpapar virus mematikan itu.

“Kita bisa belajar dari sejarah masa silam dengan berkaca pada pengalaman wilayah Majene khususnya Kampung Baru. Daerah ini pernah ditutup aksesnya oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1930. Hal itu dilaporkan oleh Dr. L. Keiser. Kampung baru bahkan seluruh wilayah Majene ditutup untuk warga dari luar karena saat itu menyebar wabah Lepra. Kebijakan itu akhirnya menutup mata rantai penyebaran ke wilayah lain seperti Polewali,” paparnya.

Rekomendasi hasil rembuk bersama para alumni dan mahasiswa magister dan doktoral dalam dan luar negeri dari berbagai bidang disiplin ilmu pengetahuan tersebut, adalah;

Pertama, menginstruksikan pimpinan daerah di level kabupaten untuk melengkapi Alat Pelindung Diri (APD) dan kebutuhan logistik untuk rumah sakit dan pusat pelayanan kesehatan lainnya sebagai langkah awal sebelum munculnya kasus covid-19 di Sulbar.

Kedua, melibatkan BPBD Provinsi Sulawesi Barat untuk distribusi APD dan logistik lainnya ke seluruh wilayah. Ketiga, melibatkan seluruh pusat pelayanan kesehatan untuk berkontribusi dalam proses pendeteksian dan pengetesan covid-19 di masyarakat yang berpotensi terinfeksi.

Keempat, mewajibkan isolasi mandiri bagi warga yang bepergian dari luar daerah dan diawasi oleh tim kesehatan daerah atau menyediakan lokasi/ gedung isolasi bagi Orang dalam Pengawasan (ODP) selama 14 hari agar penanganan dapat terkonsentrasi dalam satu wilayah.

Kelima, mengoptimalkan pengawasan terhadap peraturan yang ditetapkan oleh Gubernur dan Pemerintah Pusat dengan melibatkan aparat negara, lembaga kemasyarakatan dan aparat keamanan (Kepolisian atau TNI).

Keenam, menjaga stabilitas harga bahan pokok dan kebutuhan kesehatan, serta memberikan sanksi tegas kepada produsen dan distributor yang mengambil keuntungan dalam situasi darurat ini.

Ketujuh, mengutamakan peran dan keselamatan publik tanpa membedakan SARA, afiliasi politik dan kepentingan pragmatis lain dalam mengambil keputusan demi mengatasi penyebaran covid-19 di Sulbar.

Mata Garuda Sulawesi Barat juga sepakat melakukan open donasi penanganan covid-19.

“Berdasarkan pengamatan kami, kami merasa perlu mengambil peran dalam penanganan covid 19 di Indonesia khususnya Sulbar sebagai wujud etika sosial kami ditengah mewabahnya virus korona,” tambah peraih beasiswa LPDP, Hasan yang juga Founder Kampung Pendidikan. (rls/mkb)

Loading...

Komentar