oleh

Hari Pertama, Penutupan Perbatasan Hanya Dua Jam

POLEWALI — Hari pertama penutupan perbatasan Provinsi Sulawesi Barat-Sulawesi Selatan di Desa Paku Kecamatan Binuang, Polewali Mandar tidak berlangsung mulus.

Penutupan dimaksudkan untuk mencegah penyebaran wabah virus korona ke wilayah Sulbar, khususnya Kabupaten Polewali Mandar, mendapat penolakan dari warga tengah sementara melintas. Utamanya di hari pertama, Jumat malam 27 Maret.

Alhasil, penutupan hanya berlangsung dua jam. Dimulai pukul 22.00 Wita, dimana petugas gabungan TNI-Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan BPBD Polman memasang portal di Jembatan Paku, pintu masuk ke Polman dari arah Pinrang.

Akibatnya, kendaraan mengular sepanjang lima kilometer dari perbatasan hingga daerah Pajalele Pinrang. Sempat terjadi ketegangan antara pengemudi dan penumpang dengan petugas yang menutup perbatasan.

Para pengemudi kendaraan roda empat serta penumpangnya beralasan tidak mungkin akan mutar balik lagi ke daerah asalnya. Termasuk tidak disiapkannya tempat istirahat di daerah perbatasan sebelum masuk Sulbar, serta tak dijamin suplai makanan serta toilet.

PETUGAS gabungan mengawal jalannya pembatasan mobilitas orang di area perbatasan Sulbar-Sulsel, demi mencegah covid-19.

“Tidak ada informasi sebelumnya jika perbatasan Sulbar akan ditutup mulai pukul 22.00 Wita hingga 06.00 Pagi. Padahal kami hanya mau melintas tidak singgah di Kabupaten Polman, tujuan kami Mamuju,” terang salah seorang supir, Kaharuddin.

Selain itu warga Pinrang di daerah perbatasan juga melarang penumpang kendaraan yang tertahan memasuki pekarangan rumah mereka untuk istirahat.

Karena protes para supir dan penumpangnya, sehingga Kepala BPBD Polman, Andi Afandi Rahman bersama Kasatlantas Polres Polman, AKP Rusli Said membuka kembali portal yang dipasang di jembatan Paku dan meloloskan kendaraan masuk.

Namun kendaraan diarahkan ke Posko depan Jembatan Timbang Paku untuk dilakukan penyemprotan disinfektan dan pengukuran suhu tubuh masing masing penumpang.

PENGEMUDI dan penumpang yang masuk wilayah Sulbar melalui Polman diarahkan ke posko untuk disemprot dan diperiksa.

“Kami tutup sekira pukul 22.00 wita, tetapi karena kendaraan sangat menumpuk dan mengular sepanjang lima kilometer lebih. Serta mempertimbangkan beberapa hal sehingga penutupan jalan dibuka kembali sekira pukul 24.00 wita. Ini setelah Kapolres Polman dan Kapolres Pinrang melakukan koordinasi, kita buka kembali. Tetapi kendaraan yang masuk tetap disemprot diinfektan dan dilakukan pemeriksaan suhu tubuh bagi semua penumpangnya di posko,” terang Andi Afandi.

Penutupan perbatasan di Polman-Pinrang terjadwal mulai pukul 22.00 wita hingga pukul 06.00 wita, mulai Jumat 27 Maret. Merupakan tindak lanjut surat Gubernur Sulbar terkait pembatasan pergerakan orang ke Sulbar.

Hanya saja, berbagai pertimbangan memaksa pembatasan di hari pertama, berlangsung dua jam. Hal ini juga diakui Kasatlantas Polres Polman Rusli Said ketika dihubungi secara terpisah. Ia mengaku terpaksa dibuka kembali karena situasi lapangan yang tak memungkinkan.

Selain itu kebijakan ini belum banyak diketahui masyarakat khususnya yang akan melintas memasuki wilayah Polman. Pemkab Polman kini masih melakukan evaluasi dengan berbagai pihak. (mkb)

Loading...

Komentar