oleh

Kementerian Perhubungan Sosialisasikan Sipencatar Perguruan Tinggi di Sulbar

MAMUJU – Kementerian Perhubungan RI menggelar sosialisasi Seleksi Penerimaan Calon Taruna (Sipencatar) perguruan tinggi di Kabupaten Mamuju Sulbar, di Grand Maleo Hotel, Kamis (20/2).

Sosialisasi ini diikuti sekitar 250 orang siswa SMA dan SMK yang ada di Kabupaten Mamuju.

Direktur Poltrada Bali Bambang Wijonarko mengatakan, sosialisasi ini bertujuan untuk memberitahukan kepada siswa SMA dan SMK di Sulbar terkait keberadaan perguruan tinggi di Kementerian Perhubungan yang jarang di ketahui. Selain itu, untuk menjaring pelajar-pelajar di Sulbar yang ingin bergabung melalui tes Sipencatar 2020.

“Sosialisasi ini kita laksanakan agar daerah-daerah mengetahui adanya perguruan tinggi di Kementerian Perhubungan. Karena tidak semua daerah mengetahui hal ini,” ujar Bambang.

Sosialisasi ini, lanjut Bambang, dilaksanakan Kementerian Perhubungan di seluruh Indonesia sejak tanggal 17 Februari 2020. Ada tiga program studi di perguruan tinggi Kementerian Perhubungan, yakni matra perhubungan darat, matra perhubungan laut dan matra perhubungan udara.

“Sosialisasi ini dilaksanakan dari Sabang sampai Merauke, salahsatunya di Kabupaten Mamuju. Ada tiga macam pola penerimaannya, yakni pola penbibitan, pola reguler dan pola mandiri,” ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Sulbar Khaeruddin Anas saat memandu sosialisasi perguruan tinggi Kementerian Perhubungan. (Foto: Darman Tajuddin/Radar Sulbar)

Kepala Pendidikan di PPSDMPD Kementerian Perhubungan RI Firga Ariani mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan SDM di Kementerian Perhubungan, digulirkan program pola pembibitan. Pola pembibitan bertujuan untuk memenuhi ASN yang ada di Kementerian Perhubungan, baik di pusat maupun unit kerja Kementerian Perhubungan di seluruh Indonesia.

Selain itu, pola pembibitan juga untuk memenuhi kebutuhan ASN yang ada di pemerintah provinsi, kota maupun kabupaten.

“Untuk pola pembibitan pemerintah provinsi, kota dan kabupaten masih terbatas. Masih harus bekerjasama dengan STTD,” ujar Firga.

Firga berharap, sosialisasi ini dapat membantu siswa SMA dan SMK di Sulbar untuk menjadikan perguruan tinggi Kementerian Perhubungan sebagai pilihannya. Peluangnya cukup besar, intinya siswa dan pemerintah harus bersinergi dalam mempersiapkan diri dan segala fasilitasnya.

“Memang kita menyadari ada keterbatasan di daerah-daerah. Olehnya, kami selalu menyampaikan ke pemerintah daerah agar menyiapkan putra putrinya menghadapi tes. Di beberapa daerah, pemerintah sangat intens memberikan bimbingan kepada pelajarnya agar bisa lulus. Tapi kuncinya memang ada di siswanya. Saya yakin siswa di Sulbar bisa lulus, karena sangat antusias dan bersemangat,’ ujarnya.

Kepala Perhubungan Sulbar Khaeruddin Anas menjelaskan, banyak faktor yang membuat siswa SMA dan SMK di Sulbar tidak beruntung. Pertama, karena mereka harus bersaing dengan siswa-siswi dari seluruh Indonesia yang memiliki kualitas SDM mumpuni.

“Tesnya tidak mudah. Agar bisa lulus, siswa harus memiliki kemampuan akademik yang tinggi. Olehnya, mau tidak mau, siswa kita harus lebih giat belajar dan berusaha keras agar mampu menguasai soal-soal yang diberikan,’ ujarnya.

Sudah empat tahun berlangsung, tak satu pun siswa SMA dan SMK Sulbar yang lulus ke perguruan tinggi Kementerian Perhubungan. Untuk itu, agar tak kalah bersaing, Anas mengaku akan memberikan pendampingan kepada siswa SMA dan SMK di Sulbar terkait pelatihan tes CAT.

“Kita akan memberikan ruang kepada siswa untuk pendampingan pelatihan tes CAT. Kita juga akan memfasilitasi untuk pelaksanaan simulasi CAT bagi siswa agar kita bisa mengantarkan siswa kita di perguruan tinggi Kementerian Perhubungan,” ujarnya. (ian)

Loading...

Komentar