oleh

Air Panas Tahayahaya Butuh Perhatian

MAMUJU – Kondisi objek wisata air panas di Lingkungan Tahayahaya Kelurahan Karema Kecamatan Mamuju, sangat memprihatinkan.

Objek wisata tersebut terbilang dekat dari kota. Untuk sampai ke lokasi, hanya butuh sekira 20 hingga 30 menit dari kantor bupati Mamuju. Sayangnya, objek wisata tersebut belum dilirik pemerintah.

Tak adanya akses jalan representatif dan rusaknya fasilitas penunjang seperti gazebo membuat tempat wisata itu hampir tak pernah lagi dikunjungi.

Padahal, kata orang tua dulu, air panas di Lingkungan Tahayahaya tersebut sangat berkhasiat mengobati gatal-gatal, rematik dan pegal-pegal. Terlepas dari itu air panas itu harus dijaga karena tidak setiap daerah memiliki sumber air seperti yang ada di Lingkungan Tahayahaya.

Salah seorang warga, Muhammad Fadlan, yang juga pernah mengunjungi objek wisata tersebut mengatakan, tempat wisata tersebut sudah jauh dari kata layak. Beberapa gazebo pun sebagai tempat bersantai pengunjung sudah nyaris roboh.
“Menurut saya, kalau tidak bisa dijadikan tempat wisata, paling tidak air panas ini harus dijaga, jangan sampai hilang,” kata Fadlan, saat ditemui di Lingkungan Tahayahay, Minggu 19 Januari.

Fadlan mengaku, dulu air panas Tahayahaya pernah menjadi pilihan warga Mamuju berwisata. Lambat laun air panas Tahayahaya seperti hilang dan luput dari perhatian.

“Kami sebagai warga Tahayahaya berharap, pemerintah memerhatikan hal tersebut, supaya objek air panas tidak hilang dan akan terus ada,” pungkas Fadlan. (adh/jsm)

Loading...

Komentar