oleh

Dispora Latih Pemuda Sulbar Jadi Wirausaha

MAMUJU — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulbar menggelar pelatihan kewirausahaan bagi pemuda di Wisma Malaqbi Mamuju, Senin 2 Desember 2019.

Sebanyak 120 orang pemuda berusia 16-30 tahun dari enam kabupaten se-Sulbar diberikan pelatihan kewirausahaan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan mereka. Selain itu, pemuda juga diberikan ketrampilan terkait tata kelola usaha, produksi, pemasaran serta jejaring kemitraan bisnis.

Asisten I Pemprov Sulbar Muhammad Natsir mengatakan, kegiatan ini adalah suatu upaya mengaktualisasi pemuda dalam pembangunan Sulbar di bidang kewirausahaan. Selain itu, merancang masa depan pemuda Sulbar menjadi wirausaha sukses kedepan.

“Kita apresiasi Dispora Sulbar yang memiliki pemikiran luar biasa dalam mengembangkan potensi pemuda Sulbar terkait kewirausahaan. Kalau pemuda yang mengikuti kegiatan ini bisa sukses, maka ini akan membuat Sulbar betul-betul maju dan malaqbi,” ujarnya.

Jika berbicara tentang pengembangan wirausaha bagi pemuda, pembinaannya tidak bisa berdiri sendiri melainkan harus melibatkan seluruh OPD Sulbar terkait.

Seperti, Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, UKM Perindustrian, Dinas Tenaga Kerja dan lainnya. Mereka juga memiliki program yang memberdayakan pemuda. Olehnya, pelibatan OPD terkait dalam mengembangkan kewirausahaan bagi pemuda perlu dilakukan.

“Tanggung jawab pengembangan pemuda tidak semata-mata berada di Dispora Sulbar. Untuk itu, mari kita kerja bareng dan berkolaborasi. Konektivitas dan kolaborasi kerja perlu kita lakukan. Karena jika kita berkolaborasi, masalah besar sekalipun bisa teratasi. Klaborasi juga akan mengatasi permasalahan utama kita saat ini, yakni, kekurangan anggaran,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Natsir, ada lima program prioritas Presiden Joko Widodo tahun 2020, yakni, pengembangan SDM, melanjutkan pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi, reformasi birokrasi serta transformasi ekonomi.

Khusus untuk program transformasi ekonomi, ini sangat berkaitan dengan pengembangan kewirausahaan pemuda. Dalam transformasi ekonomi, tidak lagi mendominasi potensi apa yang dimiliki. Tapi bagaimana mengarah kepada manufaktur industri. Untuk itu, perlu tangan terampil dari pemuda bagaimana membuka peluang terhadap industri budaya, seni dan lainnya.

“Kita sangat membutuhkan pemuda yang terampil dan inovatif. Saat ini, tidak ada lagi yang bisa membatasi dunia. Pemuda dari luar negeri bisa masuk ke Indonesia. Sudah banyak pengusaha-pengusaha muda luar negeri yang bisnis di Indonesia. Supaya kita tidak jadi penonton di negara sendiri, pemuda harus memperbaiki kualitas diri mulai sekarang,” ujarnya.

Bonus demografi di Sulbar sudah mulai nampak. Usia produktif lebih besar dari usia tidak produktif. Ini juga bisa menjadi masalah jika tidak bisa di menej dengan baik, karena bisa terjadi ketimpangan ekonomi. Pemerintah harus bisa menyiapkan lapangan kerja untuk mereka. Olehnya, pemuda harus bekerja sama dengan pemerintah dalam mencipatakan lapangan kerja.

“Mari bersama-sama dengan pemerintah dalam mengembangkan kewirausahaan di Sulbar. Usulkan kepada kami konsep dan gagasan kalian, apa yang harus dimanfaatkan dan dikembangkan kedepan untuk mengembangkan wirausaha di Sulbar,” tutupnya. (ian/rs)

Loading...

Komentar