oleh

Balitbangda Petakan SDM ASN Sulbar Sesuai Kebutuhan OPD

SIMBORO — Saat ini, ada 5.570 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengabdi di Pemprov Sulbar. Laki-laki sebanyak 2.990 orang dan perempuan 2.580 orang.

Dari 5.570 orang tersebut, sebanyak 2.087 orang tenaga fungsional. Sementara tenaga fungsional umum sebanyak 2.643 orang. Eselon IV 607 orang. Eselon III 191 orang. Eselon II 41 orang dan Eselon I sebanyak satu orang. SDM ini harus ditempatkan pada posisi yang tepat berdasarkan latar belakangnya, agar bisa menghasilkan kinerja yang baik bagi Pemprov Sulbar.

Hal inilah yang mendorong Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Sulbar menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait pemetaan SDM ASN Pemprov Sulbar, Selasa 3 Desember 2019.

Kepala Balitbangda Sulbar DR. Muh. Jamil Barambangi mengatakan, FGD ini bertujuan untuk memetakan analisis kebutuhan dan kesesuaian ASN di tiap OPD Lingkup Sulbar. Selain itu, menyusun skenario jabatan fungsional dan struktur yang berbasis analisis jabatan dan kebutuhan OPD Sulbar serta merumuskan model kebijakan strategis sesuai kebutuhan pegawai berbasis teknologi.

Ia menambahkan, FGD ini merespon kebijakan pemerintah pusat yang ingin meniadakan Eselon III dan IV yang digantikan tenaga fungsional.

“FGD ini coba memetakan kebutuhan SDM seperti apa yang kita inginkan di Sulbar. Dalam FGD ini, OPD bisa mengusulkan kebutuhannya terkait SDM apa yang dibutuhkan. Kapasitasnya seperti apa dan spesialisasinya apa. Itu yang kita coba rumuskan,” ujarnya.

Jamil menambahkan, pemberdayaan SDM ASN di Pemprov Sulbar tidak bisa diselesaikan dengan waktu yang singkat. Dibutuhkan pemikiran panjang untuk bisa membangun satu sistem yang baik. Karena mengelola manusia tidak sama mengelola SDA lainnya. Manusia jika tidak ditempatkan pada tempatnya bisa menambah kendala baru. Untuk itu, dibutuhkan satu pemikiran yang komprehensif atas penyelesaiannya.

“Dengan dipimpin Sekda yang mempunyai latar belakang pengembangan SDM, Kita sangat optimis pengembangan SDM ASN Lingkup Sulbar akan semakin baik. Kita berharap agar Sulbar terus melangkah maju dari berbagai aspek. Sulbar tidak boleh stagnan apalagi mengalami kemunduran, terutama dari aspek pengembangan SDM,” ujarnya.

Dalam FGD ini, Kepala Biro Ortala Sulbar Masriadi Nadi Atjo mengaku sudah menyusun analisis jabatan dari eselon IV sampai II secara lengkap. Biro Ortala sudah memetakan keahlian SDM ASN Lingkup Sulbar sesuai kebutuhan OPD. Namun semuanya tergantung pimpinan, apakah mau memakai SDM ini atau tidak.

“Yang jelasnya kami sudah memetakan keahlian SDM ASN berdasarkan analisis jabatan. Keputusannya ada di tangan pimpinan,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Jamil mengaku kalau di birokrasi itu harus mendahulukan loyalitas bukan kepintaran semata. Loyalitas harus diutamakan untuk mengamankan dan melaksanakan kebijakan.

“Semuanya ada kelemahan dan kendalanya. Tapi kita tidak mau terpaku dengan kelemahan dan kendala. Kita harus keluar dari masalah dan menjadikan tantangan sebagai peluang. Kita harus menjadi solusi dari suatu permasalahan, bukan menjadi bagian dari permasalahan,” ujarnya.

Setelah melakukan FGD, ada beberapa hal yang menjadi rekomendasi untuk disampaikan kepada Gubernur Sulbar. Yakni, pengembangan SDM ASN Lingkup Pemprov Sulbar. Pemetaan kelembagaan di OPD sesuai kebutuhan dan sistem pengembangan SDM yang ada. Serta penataan sistem peningkatan kinerja untuk semua ASN. (ian/rs)

Loading...

Komentar