oleh

Pemerataan Akses Rumah Belajar untuk Pendidikan Daerah Pinggiran

(Solusi alternatif penggunaan portal rumah belajar via smartphone Sekolah SMAN 1 Alu Polewali Mandar)

 

PENDIDIKAN merupakan substansi penting yang menjadi titik sentral pembentukan mental, spiritual, sekaligus intelektualitas bagi generasi bangsa.

Oleh: M. Ilham, (Duta Rumah Belajar Nasional 2018, Provinsi Sulbar)

Berbicara mengenai pendidikan di Indonesia memang tiada henti-hentinya. Mulai dari prestasi-prestasi peserta didik tingkat nasional maupun internasional, hingga rendahnya kualitas dan mutu pendidikan di daerah terpencil karena permasalahan-permasalahan dunia pendidikan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata pemerataan berasal dari kata dasar rata, yang berarti: 1) meliputi seluruh bagian, 2) tersebar kesegala penjuru, dan 3) sama-sama memperoleh jumlah sama. Sedang kata pemerataan berarti proses, cara, dan perbuatan melakukan pemerataan.

Dapat disimpulkan bahwa pemerataan pendidikan adalah suatu proses, cara dan perbuatan melakukan pemerataan terhadap pelaksanaan pendidikan, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan pelaksanaan pendidikan.

Pelaksanaan pendidikan yang merata adalah pelaksanaan program pendidikan yang menyediakan kesempatan seluas-luasnya bagi seluruh warga Indonesia untuk memperoleh pendidikan.

Pemerataan dan perluasan pendidikan atau perluasan kesempatan belajar, merupakan salah satu sasaran pelaksanaan pembangunan nasional. Dimaksudkan agar setiap orang mempunyai kesempatan sama memperoleh pendidikan, tidak dapat dibedakan menurut jenis kelamin, status sosial, agama, suku dan ras, maupun letak lokasi geografis.

Kecamatan Alu di Kabupaten Polewali Mandar, Sulbar merupakan pemekaran Kecamatan Tutar pada 2005. Sesuai SK Bupati Polman, terdiri dari 1 kelurahan dan 5 desa, dengan luas wilayah 228,3 Km2, jumlah penduduk 12.368 jiwa, 2.771 KK. Sebagian besar warga memiliki mata pencaharian Petani, Peternak, Tukang, Pedagang. Adapula sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Sebanyak 74,43 persen KK di Kecamatan Alu dikategorikan miskin. Desa termiskin di kecamatan ini adalah Desa Puppuuring, kendati hasil bumi Puppuuring cukup banyak seperti kayu, kemiri, kopi, coklat dan durian. Namun sangat terpencil, ±25 Km dari ibukota kecamatan (Petoosang). Hanya dapat dijangkau dengan kuda dan berjalan kaki, sehingga pemasaran hasil bumi kurang lancar.

Rata-rata penghasilan warga hanya Rp 5.000 per hari. Tingkat pendidikan di kecamatan ini ±62,5 persen SD, ± 18,5 persen masih buta aksara. Di desa Pao-Pao dan Puppuring masih banyak anak usia sekolah yang belum sekolah karena layanan pendidikan sangat minim, seperti gedung rusak berat, bahan bacaan sangat terbatas dan guru aktif hanya 1-2 orang, yang berdomisili di desa tersebut.

Selanjutnya di kecamatan Alu sendiri terjadi pemekaran desa menjadi 6 desa, yaitu: Allu, Mombi, Kalumammang (dimekarkan menjadi Kalumammang & Saragian), Pao-Pao (dimekarkan menjadi Pao-Pao dan Puppuuring). Pada 2008 Kecamatan Alu dimekarkan lagi jumlah desa/kelurahan dari 6 menjadi 8 desa/kelurahan sesuai Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2008, tentang Pembentukan Desa-desa dalam Wilayah Kabupaten Polewali Mandar.

Untuk itu, Pembelajaran Terintegrasi TIK berbasis Portal Rumah Belajar akan menjadi model pembelajaran di era Industri 4.0. Sehingga dari perkembangan portal rumah belajar yang dimiliki Pustekkom akan terakses dari tingkat Provinsi ke bawahnya. Portal Rumah Belajar adalah /website resmi Kemdikbud yang memberikan one stop layanan pembelajaran baik bagi siswa, guru, pendidik, tenaga kependidikan maupun masyarakat umum.

Ada tiga layanan utama rumah belajar, yaitu; 1) Layanan penyediaan aneka sumber digital
(learning resources) untuk semua jenis dan jenjang pendidikan; 2) Layanan elearning untuk persekolahan (kelas maya) memungkinkan pembelajaran di sekolah dapat terjadi baik secara sinkronous maupun asinkronous, dan;3). Layanan fasilitas e-learning untuk pengembangan profesi berkelanjutan (PPB) yang memungkinkan institusi penyelenggara pendidikan/pelatihandapat menyelenggarakan proses pembelajaran terbuka dan jarak jauh.

Guru sebagai tenaga pendidik perlu dan harus membekali dirinya dengan kemampuan mengoperasikan atau menggunakan teknologi informasi dan komunikasi.

Banyak cara dapat dilakukan tenaga pendidik dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Salah satunya, pemanfaatan portal Rumah Belajar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dengan alamat url http://belajar.kemdikbud.go.id.

Portal rumah belajar menyediakan berbagai bahan belajar serta fasilitas komunikasi dan interaksi antar komunitas pendidikan, juga berisi bahan belajar untuk guru, bahan belajar siswa, wahana aktivitas komunitas/forum, bank soal dan katalog media pembelajaran.

Dalam pembelajaran di kelas, selalu berupaya menggunakan media ICT dengan menggunakan web portal rumah belajar sebagai sarana efisiensi waktu, meskipun sarana sekolah, khususnya di SMAN 1 Alu kurang sekali, dengan semangat berdasarkan pengalaman mengikuti kegiatan-kegiatan diklat/ workshop nasional.
Untuk kedepan, rencana pengembangan kelas jarak jauh, memungkinkan siswa yang tidak mengikuti kegiatan sekolah, akan terakses melalui kelas maya dengan bantuan sarana mobile (handphone) serta penggunaan laptop meskipun terbatas.

Jadi, mata pelajaran akan tersampaikan ke peserta didik yang berhalangan hadir. Optimisme akan lahir Sumber Daya Manusia atau generasi-generasi yang bisa memajukan dan meningkatkan ekonomi masyarakat Alu pada khususnya, dan Polewali Mandar umumnya.

Kelas Maya adalah suatu aplikasi yang memungkinkan kegiatan belajar mengajar secara online dan real time serta teleconverence, dimana kegiatan belajar mengajar ini bisa diikuti oleh seluruh siswa di Indonesia.

Kedepan diharapkan; 1) Memanfaatkan kelas maya sebagai salah satu solusi alternatif proses belajar mengajar; 2) Memanfaatkan diklat online sarana belajar; 3) Pembelajaran yang fleksibel dalam waktu dan tempat;4) Mendukung pembelajaran eksploratifmendukung on-demand learning (pembelajaran pada hal-hal yang dibutuhkan atau belum diketahui saja); 5) Adanya fasilitasi interaksi dan kolaborasi; 6) mempermudah komputasi dengan proses perhitungan cepat dan akurat.
Jenis-jenis kelas maya (e-learning) sangat beragam, baik dari sistem, proses sampai media yang digunakan. Beberapa jenis e-learning: a) Penyediaan Portal Rumah Belajar: b) Full Online (biasanya menggunakan software LMS): c) Blended Learning (kombinasi dengan proses konvensional): d) Synchronous: e) Asynchronous.

Fitur kelas maya tersebut, penting terus disosialisasikan agar dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh siapa saja untuk keperluan pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.

Oleh karena itu, penulis akan melakukan sosialisasi, demontrasi dan fasilitasi model pembelajaran berbasis TIK terutama melalui fitur kelas maya. (***)

Loading...

Komentar