oleh

Menangkap Peluang Pemindahan Ibu Kota

Oleh: Muzakkar Gogga
ASN BPS Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat

Baru saja pemerintah pusat mengumumkan pemindahan ibu kota negara ke Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten yang menjadi pilihan presiden yang telah didasarkan pada kajian dalam kurun waktu yang tidak singkat adalah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara. Ada banyak alasan yang menyebabkan pemindahan letak ibu kota ini. Dan tidak sedikit juga pertimbangan kenapa dengan dua daerah tersebut menjadi pilihan Presiden dan pemerintah.

MENYIKAPI pemindahan ibukota tersebut tentunya akan menimbulkan banyak perubahan pada beberpa daerah yang berada disekitar ibu kota baru tersebut. Hal ini seperti yang terjadi pada daerah sekitar Jakarta seperti Depok, Bogor, Tangerang dan Bekasi. Daerah-daerah ini menjadi penyangga Jakarta dan lebih lazim dikenal dengan nama Jabodetabek. Lantas bagaimana dengan daerah sekitar Kabupaten Kukar dan Paser Penajam Utara, apakah juga kabupaten sekitarnya akan mengalami perkembangan seiring dengan dua kabupaten tersebut. Hal ini memang tidak menutup kemungkinan mengingat dari tahun ke tahun perkembangan dua kabupaten ini akan melaju terus menerus dan tidak mungkin hanya terpusat di dua daerah ini saja.

Dengan penetapan pemindahan ibu kota ini, Sulawesi Barat yang secara tidak langsung berbatasan dengan Kalimantan Timur apakah akan mengalami perkembangan dan mendapat imbas. Hal ini tentunya menjadi harapan baru bagi kita semua, bahwa kedepannya Sulawesi Barat tidak lagi menjadi daerah yang jauh dan terpencil dari ibu kota. Perputaran aktivitas sosial ekonomi dapat mengalami pergerakan yang lebih energik dari pertumbuhan dan perkembangan dari tahun tahun sebelumnya.

Data terakhir menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi Sulawesi Barat hingga tengah tahun pertama di 2019 mencapai 9,28 triliun rupiah. Mengalami peningkatan baik dibandingkan dengan periode sebelumnya maupun periode yang sama tahun 2018. Ada beberapa peluang yang kemungkinan akan berdampak secara langsung jika operasional ibu kota negara sudah berjalan dengan optimal, seperti moda transportasi udara. Bandara Tampa Padang yang terletak di kabupaten Mamju dapat menjdai penghubung penerbangan dari daerah Indonesia timur ke Balikpapan.

Saat ini baru tersedia satu slot penerbangan yang menghubungkan Mamuju dan Balikpapan. Berdasarkan data pengelolaan Bandara Tampa Padang terlihat jika penerbangan ke Balikpapan dan sebaliknya menunjukkan perkembangan sejak di buka pertama kali oleh maskapai Wings Air, kendati penerbangan ini mengalami pergerakan yang berfluktuasi.

Salah satu poin penting yang menjadi alasan pemindahan ibu kota sesuai penjelasan pemerintah adanya konektifitas laut yang cukup ramai ke Balikpapan. Dua pelabuhan laut yang melayani rute langsung ke calon ibu kota negara ini adalah Pelabuhan Penyeberangan di Mamuju dan Pelabuhan Silopo di Polewali. Sebelumnya diketahui jika Pelabuhan Silopo ini sudah menjadi pelayaran yang berskala multinasonional karena sudah melayami pelayaran hingga ke luar negeri. Konektifitas dari sisi laut dan udara merupakan salah satu saluran yang dapat mengembangkan Sulawesi Barat kedepannya.

Perlu digaris bawahi bahwa selama ini ada banyak komoditi yang Sulawesi Barat ekspor ke Kalimantan Timur melalui Pelabuhan Penyeberangan di Mamuju. Tentunya jika benar pemndahan ibu kota ini sudah berjalan dengan normal tentunya, kegiatan ini akan semakin mengalami peningkatan. Dikarenakan kebutuhan di Balikpapan dan sekitarnya jelas akan semakin beragam dan Sulawesi barat yang potensi utamanya adalah pertanian akan memiliki peluang untuk menjadi pemasok kebutuhan dari sisi tanaman pangan ini.

Jika selama ini aktivitas ekonomi Sulawesi Barat dari pergerakan pelabuhan laut masih lebih kecil dari pertanian, maka dengan peluang ini tidak menutup kemungkinan kinerja transportasi secara umum akan mengalami peningkatan yang lebih cepat dan dapat sejajar dengan kategori lain yang persentasenya dalam membentuk ekonomi Sulawesi Barat jauh lebih besar.

Olehnya itu peluang dengan rencana pemindahan ibu kota hars segera ditangkap oleh semua stakeholders yang ada di Sulawesi Barat. Mengingat untuk beroperasinya ibu kota negara baru ini masih membutuhkan waktu yang cukup lama. Akan tetapi jika kita langsung bergerak menangkap peluang tersebut maka, waktu lima tahun tersebut bukanlah selang waktu yang lama. Karena tentunya bagi Sulawesi Barat yang cenderung aktivitas ekonomi dan kemampuan sumber dayanya masih cukup kecil. Akan tetapi dengan sumber daya yang kecil tersebut, harus begerak dengan persencanaan yang tepat untuk kemajuan Sulawesi Barat.

Perencanaan pemindahan ibu kota dimulai di tahun 2019 ini dengan menyusun dan menyelesaikan desain kawasan dan tata ruang. Yang berlanjut di tahun 2020 dengan penyusunan masterplan dan pengesahan undang-undang ibu kota baru. Berikut pembangunan sarana dan prasarana dasar seperti jalan, sumber air (bendungan dan lainnya). Hingga 2024 penyelesaian pembangunan gedung pusat pemerintahan dan infrastruktur pendukungnya.

Melihat jadwal pemerintah tersebut yang cukup mendesak untuk segera pengembangan adalah sarana dan prasaran dari transportasi pada bandara dan pelabuhan. Sumber daya yang dibuthkan untuk pengembangan dua moda transportasi ini memang tidak cukup. Terlebih jika mengharap kucuran dari pemerintah pusat, dimana pada saat yang sama pemerintah pusat harus memikirkan bagaimana penyiapan anggaran untuk pemindahan ibu kota ini.

Tentunya ada banyak cara yang dapat dilakukan. Salah satunya dengan meniru dan mengadopsi langkah yang di terapkan oleh pemerintah pusat. Dengan kebutuhan anggaran hamper 500 triliun rupiah, APBN hanya dibebankan kurang dari seperlimanya saja seelebihnya dari investasi swasta dan BUMN. Hal ini juga dapat berlaku di Sulawesi Bara, dan hal ini tidak menutup kemungkinan untuk dilaksanakan.

Sulawesi Barat yang secara langsung berbatasn laut dengan Kalimantan Timur harus dapat menjadi penyangga aktivitas kegiatan sosial ekonomi ibu kota negara. Harapan ini harus mendapat dukungan dari kita semua, masyarakat Sulawesi Barat yang malaqbi. Mari kita doakan agar pemerintah segera bertindak meramu peluang ini dan menarik investor agar semakin tertarik melirik potensi Sulawesi Barat. ***

Loading...

Komentar