oleh

BP-PAUD Dikmas Canangkan Kalukku Barat Desa Layak Anak

MAMUJU–Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP-PAUD Dikmas) Sulbar menggelar workshop Desa Layak Anak (DLA) di Mamuju, Rabu 18 September. Workshop ini digelar untuk merumuskan program kerja apa yang akan dilakukan masing-masing pihak terkait di Desa Kalukku Barat, Kabupaten Mamuju setelah di canangkan sebagai desa layak anak.

Kepala BP-PAUD Dikmas Sulbar H. Andi Rusdi mengatakan, tujuan pencanangan desa layak anak untuk memberikan kehidupan paripurna kepada anak. Apa yang menjadi kewajiban anak semuanya dipenuhi. Tidak ada lagi anak yang putus sekolah, kesehatan dasar anak terjamin, kesejahteraan meningkat, hak sipil anak diberikan serta perlindungan dan kenyamanan anak terpenuhi.

“Di desa yang sudah kita jadikan model nantinya akan mencontohkan bagaimana sesungguhnya cara pelayanan yang baik dan benar terhadap anak,” ujarnya di hadapan 40 orang peserta dari tiga unsur, yakni unsur pemerintah desa, kecamatan dan kabupaten.

Ia menambahkan, program desa layak anak merupakan terobosan baru yang dirancang pihaknya, karena program ini adalah salahsatu tugas pokok di bidang pendidikan masyarakat. Jika program ini berimbas dalam perbaikan dan pemberdayaan masyarakat di Sulbar, maka program ini akan di kembangkan di semua kabupaten se-Sulbar.

“Program desa layak anak harus kita dukung, karena anak adalah pemegang estafet bangsa. Mereka adalah generasi penerus yang akan mengembangkan bangsa kedepan. Sehingga, kita harus hadir untuk memberikan hak dan kebutuhan mereka,” ujarnya.

Rusdi menambahkan, setelah melakukan komunikasi yang panjang dengan Pemerintah Daerah Mamuju, maka di pilihlah Desa Kalukku Barat sebagai desa percontohan anak di Sulbar, karena sudah memenuhi beberapa indikator untuk menjadi desa layak anak.

“Insya Allah, workshop ini adalah awal untuk menjadikan desa Kalukku Barat sebagai desa yang paripurna dalam pelayanan pendidikan masyarakat. Disini kita akan rumuskan apa yang menjadi prioritas untuk dikerjakan di desa percontohan tersebut. Instansi terkait harus merumuskan dan berperan dalam menyukseskan DLA ini,” ujarnya.

Rusdi berharap, instansi pemerintahan terkait dapat bekerja sama menyukseskan program desa layak anak. Selain itu, semoga masyarakat sulbar benar-benar bisa sadar bahwa anak merupakan amanah yang harus di jaga dan perlakukan secara baik agar bisa menjadi generasi penerus hebat dan tangguh.

“Sampai saat ini, di Sulbar masih ada masyarakat yang buta aksara. Stunting masih tinggi dan berbagai persoalan lainnya. Olehnya, mari kita sama-sama secara bertahap melakukan perbaikan untuk mengatasi pemasalahan yang ada. Kami ingin berkontribusi lebih banyak lagi untuk perbaikan Sulbar kedepan,” ujarnya.

Kepala DP3A Mamuju, Sahari Bulan menjelaskan, pencanangan desa layak anak harus memenuhi lima indikator, yakni, hak sipil dan kebebasan. Lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif. Kesehatan dasar dan kesjahteraan. Pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan seni budaya serta perlindungan khusus.

“Kami sangat mengapresiasi pencanangan desa layak anak dan workshop yang dilakukan BP-PAUD Dikmas Sulbar. Kami sangat mendukung program ini untuk perbaikan Sulbar kedepan, khusunya Kabupaten Mamuju,” ujarnya saat mewakili Bupati Mamuju. (ian)

Loading...

Komentar