oleh

BP-PAUD dan Dikmas Sulbar Kenalkan Karya Tepat Guna

* Salah Satu Rangkaian Lomba Hadi Jadi Provinsi Sulbar ke -15 Tahun

MAMUJU–Manfaatkan momentum hari jadi Provinsi Sulawesi Barat ke 15 tahun, Balai Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP PAUD dan Dikmas) Sulbar menggelar lomba Kreasi Kerajinan Tangan Karya Tepat Guna Handy Craft Competition di Halaman Kantor DPRD Sulbar, Minggu 22 September 2019.

Lomba kerajinan Tangan ini terbagi dalam dua kategori yakni, peserta khusus umur 19 tahun yang menampilkan kerajinan tangan perwakilan lembaga atau PKBM dan peserta usia 17 tahun kategori perorangan. Pesertanya sekitar 26 orang dari enam kabupaten se-Sulbar.

Kepala BP PAUD dan Dikmas, Andi Rusdi mengatakan, kegiatan ini sebagai pengejawantahan karya cipta masyarakat Sulbar melalui kegiatan kursus karya seni yang dilakukan selama ini namun belum terpublikasikan dengan menggunakan bahan pokok yang ekonomis dan berdaya guna terutama dari bahan bekas plastik sisa pengolahan dan tepat guna.

Kegiatan ini adalah kegiatan yang dirancang BP-PAUD dan Dikmas Sulbar, untuk memperlihatkan karya-karya masyarakat yang ada di daerah, khususnya daerah terpencil. Tujuannya, agar masyarakat mengetahui, sesungguhnya potensi yang ada dimasyarakat Sulbar itu bisa digali dan di publis. Sehingga bisa memberikan semangat kepada masyarakat untuk terus mengembangkan karya-karya yang mereka tekuni.

“Kita memberikan edukasi dan semangat kepada masyarakat dengan mengadakan lomba dan pameran kerajinan tangan ini. Kita harap, dengan adanya kegiatan ini peserta bisa menciptakan karya yang lebih berkualitas sehingga punya nilai jual yang tinggi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan kegiatan ini cukup singkat karena keterbatasan waktu dan biaya. Namun, kedepannya kegiatan ini akan dilaksanakan dengan lebih meriah lagi. Desain pamerannya dalam bentuk Jambore sehingga para Pengrajin atau masyarakat yang memiliki karya seni bernilai ekonomis tinggi bisa ikut memperlihatkan karyanya. “Bahan pokok yang digunakan dalam acara lomba karya seni ini, murni dari barang bekas baik itu bahan plastik ataupun kayu serta bahan lainnya,” ujarnya.

Rusdi berharap, karya seni kelompok-kelompok atau perorangan tersebut bisa diterima oleh masyarakat. Dan peserta bisa menghadirkan karya yang berkualitas terutama karya seni yang dibutuhkan oleh masyarakat. Jika mereka mampu menampilkan karya yang berkualitas tinggi, maka mereka akan mengikuti pameran tingkat nasional bahkan internasional mewakili daerah.

“Inilah sesungguhnya yang ingin kami capai sehingga melaksanakan kegiatan ini. Kegiatan ini, kita harapkan menjadi langkah awal bagi peserta untuk meningkatkan kesejahteraannya melalui karya-karya seni yang mereka kerjakan. Kita juga terus berusaha meningkatkan kualitas produk mereka agar memiliki nilai jual tinggi bahkan menembus pasar internasional,” ujarnya.

Sebagai motivasi bagi peserta, lanjut Dr. Rusdi, BP-PAUD dan Dikmas Sulbar menyiapkan total hadiah sebesar Rp 20 juta dan piagam penghargaan. Program ini akan menjadi agenda tahunan bagi BP-PAUD dan Dikmas Sulbar dalam kaitan tugas dan fungsi pendidikan masyarakat yang pada akhirnya para pelaku kerajinan tangan di Sulbar bergerak terus dan akan berdampak kepada peningkatan kesejateraan masyarakat itu sendiri. “Insyaa Allah dengan kegiatan ini, masyarakat bisa hidup mandiri dan meningkatkan kesejahteraannya. Mari berkarya tiada henti,” ujarnya. (ian)

Loading...

Komentar