oleh

Sekolah Pengantin Diikuti 100 Pasangan

POLEWALI MANDAR–Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Polewali Mandar, terus dialakukan. Salah satu program dianggap jitu mengatasi stunting, dibuka sekolah pengantin, Senin 8 Juli. Pesertanya, sebanyak 100 pasangan calon penganting di Kantor Kementerian Agama Polewali Mandar.

Kepala Bidang Sosbud Bappeda Litbang Polman, Aco Musaddad mengtatakan, awalnya ditargetkan 50 pasang calon pengantin saja. Namun, jelang dilaksanakan pesertanya mencapai 100 pasang baik calon pengantin maupun pengantin baru.

Aco Musaddad menjelaskan kegiatan ini diselenggarakan untuk menurungkan angka prevalence stunting di Sulbar khususnya Kabupaten Polman. Sekolah pengantin ini berlangsung selama tiga hari dengan diisi berbagai macam materi seperti bidang kesehatan, sosial dan lingkungan hidup, serta materi dari Kementerian Agama.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pembelajaran awal terhadap calon pengantin ataupun pengantin baru bagamana caranya memahami tentang reproduksi dan kesehatan anak,” tutur Aco Musaddad.

Lanjutnya, kasus stunting di Polman banyak terjadi karena ketidakpahaman para calon pengantin dan pengantin baru dalam memberikan gizi seimbang saat istrinya hamil. Sehingga yang hadir dalam sekolah pengantin tidak hanya calon istri tapi juga calon suami.

Setelah angkatan pertama ini ke depannya diharapkan Sekolah Pengantin bisa berjalan di 16 kecamatan. Apalagi program ini sudah sinergikan dengan RPJMD dan akan masukkan dalam RKPD. “Pasangan yang sudah sekolah pengantin akan dikawal oleh mahasiswa kesehatan sampai pasca melahirkan. Diharapkan seluruh stakeholder terkait dapat terlibat langsung didalamnya,” tandas Aco Musaddad.

Kegiatan ini dibuka Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar. Hadiri pula Kepala Kantor Kemenag Polman, Muliadi Rasyid, sejumlah Kepala KUA, Kepala OPD lingkup Polman dan instansi terkait lain. Sekaligus dilakukan penandatanganan MoU, Pemkab dan Kemenag agar sekolah pengantinberjalan secara berkesinambungan.

“Sekolah pengantin ini mencakup banyak hal mulai dari sosial, kesehatan dan lainnya. Saya berharap dengan adanya sekolah pengantin masyarakat bisa lebih sehat dan mengetahui cara pencegahan stunting sejak awal,” ungkap Ibrahim Masdar.

Kepala Kantor Kemenag Polman, Muliadi Rasyid mengapresisi inovasi Pemkab Polman dalam rangka menguatkan jalinan perkawinan antara dua insan pria dan perempuan dalam membina rumah tangga pasca melangsungkan pernikahan.

“Kegiatan sejalan dengan apa yang menjadi tufoksi Kementerian Agama dalam hal ini Seksi Bimas Islam yakni Kegiatan Bimbingan Perkawinan Pranikah (BIMWIN). Begitu juga dengan yang dilaksanakan di tingkat KUA Kecamatan yakni Kursus Pengantin (Suscatin),” ujar Muliadi Rasyid. (mkb)

Komentar