oleh

Dari Ketahanan Keluarga Menuju Ketahanan Nasional

(Momentum Hari Keluarga Nasional XXVI Tanggal 29 Juni 2019)

Oleh: Sukardi, S.Pd.,M.I.Kom
* Peneliti Ahli Pertama
* Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Barat

Peringatan hari keluarga dimaksudkan untuk mengingatkan kepada seluruh masyarakat Indonesia akan pentingnya keluarga sebagai kekuataan dalam membangun Bangsa dan Negara. Oleh karenanya setiap tanggal 29 Juni kita peringati sebagai Hari Keluarga Nasional (Harganas) sesuai dengan amanat dari Keputusan Presiden Nomor 39 Tahun 2014.

HARI keluarga yang XXVI tanggal 29 Juni 2019 penting untuk kita peringati, oleh karena keluarga berada pada posisi strategis dalam membangun bangsa. Keluarga adalah penentu kualitas bangsa. Keluarga yang sehat, cerdas dan sejahtera adalah prasyarat bagi bangsa yang sehat dan sejahtera. Dari keluargalah akan lahir anak-anak kita sebagai generasi penerus yang akan menghadapi berbagai tantangan kehidupan global yang semakin kompleks dan membutuhkan pengetahuan dan skill untuk dapat menjawab berbagai kompetisi hidup di berbagai sendi kehidupan.

Untuk itu, pola pembinaan keluarga terus mengalami dinamisasi yang juga disesuaikan dengan kondisi lingkungan yang berkembang. Pengetahuan dan keterampilan orang tua juga memiliki peran yang sangat menentukan dalam membina anggota keluarga yang berkualitas.

Momentum Harganas diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan peran serta masyarakat terhadap pentingnya keluarga kecil, bahagia dan sejahtera dalam kerangka ketahanan keluarga melalui pemahaman dan penerapan delapan fungsi keluaraga yakni 1) fungsi agama; mendorong dan mengamalkan nilai-nilai agama yang di anut dengan melaksanakan ibadah dengan penuh keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. 2) fungsi sosial budaya; mengembangkan kekayaan budaya bangsa yang beraneka ragam dalam satu kesatuan agar anggota keluarga menjadi pribadi yang berbudaya. 3) fungsi cinta keluarga; memberikan landasan yang kokoh terhadap hubungan anggota keluarga serta hubungan kekerabatan antar generasi sehingga keluarga menjadi wadah persemaian kehidupan yang penuh cinta kasih. 4) fungsi perlindungan; nilai-nilai yang ditanamkan untuk menumbuhkan rasa aman,nyaman dalam lingkungann keluarga. 5) fungsi reproduksi; memberikan pemahaman kepada keluarga bagaimana mekanisme untuk melanjutkan keturunan yang direncanakan sehingga anak yang dilahirkan menjadi generasi penerus berkualitas. 6) fungsi sosialisasi dan pendidikan; memberikan peran kepada keluarga dalam mendidik anak-anaknya agar bisa berdaptasi dengan lingkunagn kehidupan masyarakat. 7) fungsi ekonomi; agar keluarga membina dan menanamkan nilai-nilai keuangan dan perencanaan keuangan keluarga sehingga terwujud keluarga sejahtera dan 8) fungsi lingkungan; agar keluarga mempunyai kemampuan menempatkan diri secara serasi, selaras dan seimbang sesuai daya dukung alam dan lingkungan.

Tentunya ada empat konsep pendekatan ketahanan keluarga dalam momentum harganas tahun ini yakni keluarga berkumpul; berkumpul bersama keluarga minimal 15 menit sehari untuk bisa berkumul bersama keluarga. Keluarga berinteraksi; Simpan sejenak gadgetnya, ciptakan komunikasi yang berkualitas dengan berdiskusi, bertukar pegalaman sesama anggota keluarga. keluarga berdaya; Keluarga diharapkan mengenali dan mengembangkan potensi setiap anggota keluarga menjadi pribadi mandiri untuk menghadapi tantangan hidup. serta Keluarga berbagi dan peduli; Tertanamnya rasa berbagi dan peduli berawal dari keluarga sehingga terbentuk karakter saling gotong royong.

KONSEP KETAHANAN KELUARGA
Kata ketahanan berarti kuat, kokoh dan tangguh, tidak mudah berubah dari keadaan aslinya. Dalam Kamus Bahasa Indonesia Ketahanan adalah keadaan (kondisi) yang tetap dalam bentuk aslinya atau kdudukanya seperti semula. Sedang dalam The Lexicon Wobster Dictionary, volume II (1977), pengertian ketahanan diformulasikan dalam kalimat sebagai berikut: “The reliance is the capacity to spring back to the original shape or form after being bent, stretched or composed; flexibility, elasticity the capacity to rebound quickly from misfortune or illness”

Dengan demikian ketahanan berarti suatu keadaan yang bisa tetap seperti semula atau kemampuan untuk bisa bertahan sehingga tidak mudah berubah atau diubah. Keluarga yang mampu membina kehidupan rumah tangga yang tetap harmonis dan damai adalah bentuk sederhana dari konsep ketahanan keluarga. Setiap kehidupan keluarga tidak mungkin tidak ada konflik atau perbedaan, yang terpenting setiap ada perbedaan bisa diatasi dengan baik, adil dan bijaksana sehingga masalah itu tidak menjadi sumber perpecahan hidup bersama.

Dalam hidup berkeluarga, ketahanan menggambarkan suasana interaksi dan komunikasi suatu keluarga yang bisa hidup damai, harmonis dan sejahtera baik dalam arti fisik maupun psikis melalui penerapan delapan fungsi keluarga diatas. Karenanya Ketahanan Keluarga adalah kemampuan keluarga tersebut dalam memelihara dan membina persatuan dan kesatuan serta keutuhan rumah tangga dengan berpegang teguh pada prinsip, norma dan tujuan yang disepakati bersama sejak semula.

Ketahanan keluarga adalah basis dan berfungsi sebagai unit terkecil (mikro) bagi pembinaan ketahanan yang lebih besar yaitu masyarakat (messo) dan ketahanan nasional (makro). Begitu pula sebaliknnya lemahnya ketahanan nasional otomatis akan berpengaruh terhadap ketahanan masyarakat, dan kualitas ketahanan masyarakat akan ikut melemahkan mutu ketahanan keluarga.

Ada tiga strata dalam hidup berbangsa dan bernegara, yaitu keluarga, masyarakat dan Negara. Ketiganya akan saling mempengaruhi satu sama lain secara secara vertikal maupun horizontal. Kumpulan keluarga yang harmonis akan dapat membangun masyarakat yang toleran, kehidupan masyarakat yang toleran akan menciptakan keamanan nasional meskipun memiliki agama, suku dan budaya yang berbeda.

Hubungan antara kualitas hidup individu, keluarga dan masyarakat akan saling mempengaruhi satu sama lain, yang akhirnya akan membentuk kualitas hidup berbangsa dan bernegara. Semua elemen tersebut akhirnya akan membentuk dan mempengaruhi kualitas kerukunan dan ketahanan nasional. Karena sumber kehancuran dan terpecahnya suatu bangsa sangat ditentukan oleh faktor dari dalam dimanfaatkan oleh kekuatan dari luar .

Leo Tolstoy mengemukakan pendapat nya bahwa Banyak orang berpikir bagaimana mengubah dunia ini, tetapi hanya sedikit yang memikirkan bagaimana memperbaiki dirinya sendiri. Olehnya sebelum berpikir merubah dunia mari memperbaiki individu yang tentunya dimulai dari keluarga. ***

Selamat Hari Keluarga, Hari Kita Semua…

Loading...

Komentar