oleh

Caleg Mamasa Dilapor Gunakan Ijazah Palsu

MAMASA–Kasus dugaan penggunaan ijazah palsu salah satu caleg Mamasa, terus menggelinding. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mamasa, turut bicara. Katanya, tak ada kewenangan KPU melakukan verifikasi faktual terkait kelengkapan caleg.

“Kita hanya menerima berkas pencalonan dari semua calon yang diajukan oleh partai politik,” kata Komisioner KPU Mamasa Divisi Teknis, Marten Buntu Pasau, Jumat 5 Juli.

Pihak KPU sendiri, kata dia hanya memeriksa kelengkapan dokumen. “Apakah berkasnya sudah sesuai yang dipersyaratkan atau tidak, kita hanya periksa jumlah dan kesesuaiannya,” katanya.

Setelah itu, KPU mengumumkan Daftar Calon Sementara (DCS), sampai pada Daftar Calon Tetap (DCT). “Kita sudah umumkan melalui media massa, maupun portal laman KPU Mamasa, hingga masa tanggapan berakhir,” jelas Marten.

Menurutnya, saat pengumuman inilah, masyarakat diberi ruang memberikan tanggapan atas para calon yang maju pada Pemilihan Legislatif (Pileg) kemarin. “Pada masa tanggapan dan sanggahan tidak ada masyarakat yang mengajukan keberatan,” tegas Marten.

Terkait pelaporan dugaan penggunaan ijazah palsu di Polres setempat, pihak KPU Mamasa hanya dapat merespon setelah ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. “Kalau ada putusan pengadilan, maka akan disampaikan ke KPU untuk ditindaklanjuti sesuai hukum yang sudah inkrah itu,” terang Marten.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Mamasa, Iptu Dedi Yulianto menjelaskan bahwa pihaknya telah meminta klarifikasi kepada pihak-pihak terkait. “Termasuk oknum terlapor dan sejumlah saksi untuk mengumpulkan sejumlah alat bukti,” paparnya.

Selain itu, kepolisian menggali keterangan dari pihak sekolah yang diduga mengeluarkan ijazah terlapor. Hingga kemarin, penyidik Polres Mamasa masih melakukan pendalaman atas perkara ini. (r4/rul)

Loading...

Komentar