oleh

SP2020 dan Partisipasi Penduduk Milenial

Oleh: Muzakkar Gogga
* ASN BPS Kabupaten Polewali Mandar

Penduduk, masyarakat, warga ataupun penghuni merupakan istilah atau sebutan bagi mereka ataupun sumber daya manusia yang menempati suatu daerah dalam kurun waktu tertentu yang sah baik secara yuridis dan de facto. Dalam kerangka ekonomi penduduk merupakan potensi utama dalam birai ekonomi.

PENDUDUK memiliki peran krusial dalam menggerakkan roda perekonomian. Dikarenakan penduduk merupakan pemain dan sekaligus tujuan dari proses pembangunan dan perkembangan ekonomi itu sendiri.

Dalam konteks pemain, penduduk memiliki peran karena disini penduduk itu sendiri yang menjadi penyusun bagaimana memajukan, bagaimana membangun atau meningkatkan taraf hidup dari manusia yang ada.

Sedang dari sudut pandang sasaran pembangunan, penduduk sebagai objek pembangunan. Yang ingin ditingkatkan taraf penghidupannya adalah penduduk yang berdiam di suatu daerah dan kurun waktu tersebut.

Karena proses pembangunan ini yang merupakan satu mata rantai, maka dibutuhkan data akurat, tepat dan dapat diperbandingkan utamanya terkait jumlah penduduk. Jumlah penduduk yang tepat merupakan salah satu ukuran yang harus dipergunakan, utamanya dalam meramu satu unit kebijakan.

Satu rupiah yang dilepas oleh pemerintah harus tepat sasaran di lapangan. Semisalkan, dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang salah satunya dapat ditempuh dengan membangun sekolah, merekrut tenaga pendidik, menyediakan alat peraga sekolah dan sebagainya maka dibutuhkan jumlah penduduk utamanya penduduk yang berusia sekoleh pada jenjang tertentu.
Tidak dapat hanya menggelontorkan sejumlah anggaran untuk menyediakan sarana dan prasarana sekolah. Membanguna pasar, jalan dan sarana fisik lainnya.

Salah satu alat ukur yang biasa dipergunakan dalam mengukur jumlah penduduk didapat melalui kegiatan Sensus Penduduk. Dalam waktu dekat ini, kembali akan digelar hajatan sepuluh tahunan yakni Sensus Penduduk 2020 yang lebih familiar dengan nama SP2020.

Dalam pelaksanaan SP2020 ini, ada beberapa hal baru. Utamanya dalam hal metode. Jika dulu dikenal pendataan door to door, yakni dari rumah ke rumah didatangi satu per satu. Sekarang dilaksanakan melalui pendataan mandiri dan pendataan door to door. Dikenal dengan combine methode.

SP2020 dengan combine methode melalui pendataan mandiri dikhususkan bagi mereka yang dapat mengakses perangkat teknologi yang terhubung dengan kases internet. Baik yang akan mengisi secara aktif maupun pasif (mereka yang diisikan oleh orang lain, meminta bantuan).

Pendataan mandiri ini tentunya memiliki keterbatasan karena hanya akan menyasar penduduk
dikalangan tertentu saja sebut saja para pelajar dan mahasiswa, pegawai baik pemerintah maupun swasta, dan mereka yang melek teknologi. Akan tetapi yang tidak ada dalam zona tersebut, sebenarnya dapat berpartisipasi dalam pendataan mandiri SP2020 dengan meminta bantuan kepada mereka yang mengerti. Partisipasi ini hanya memerlukan kesadaran untuk ikut menyukseskan dan menjadi bagian SP2020.

Salah satu yang paling sering kita dengar dengan yang melek teknologi ini adalah mereka yang biasa kita sebut dengan kalangan milenial. Meskipun dalam beberapa sumber disebutkan jika penduduk milenial tidak dapat dilihat dari sisi umur.

Akan tetapi mereka yang dapat dan sanggup menginguti perkembangan zaman utamanya teknologi, biasanya lekat dengan istilah milenial. Dalam sisi sosial ekonomi, potensi penduduk milenial ini sudah menjadi daya tarik tersendiri. Bahkan dalam sisi politik pun, penduduk milenial menjadi garapan tersediri bagi sejumlah politikus.

Secara umum jumlah penduduk milenial di Indonesia menurut beragam sumber sekira 90 juta jiwa (Bappenas) dimana secara keseluruhan penduduk sudah diatas 250 juta jiwa. Memberi sinyal jika struktur demografi Indonesia memiliki gambaran potensial jika penduduk milenial memiliki kekuatan untuk terus digarap.

Begitu pula agenda SP2020, keberadaan penduduk potensial ini harus digarap dan dijadikan pendukung suksesnya SP2020. Mereka harus dapat berpartisipasi di pengisian mandiri dan menjadi penggerak bagi orang-orang disekitarnya. Rencana mendatangi sekolah-sekolah dalam memperkenalkan pengisian mandiri ini, merupakan salah satu pilihan menggerakkan kalangan milenial.

Setidaknya mereka yang sedang duduk di bangku sekolah lanjutan dan pendidikan tinggi sudah sering bersentuhan dengan dunia maya. Memiliki komunitas yang khusus karena seringnya berselancar di dunia maya dengan menggunakan gadget.

Sehingga informasi akan mudah mereka peroleh. Kalangan milenial ini juga memiliki keingintahuan yang tinggi dengan sesuatu yang baru. Sehingga dengan adanya sistem baru dalam pendataan kependudukan diharapkan dapat memberikan daya tarik tersendiri bagi mereka.

Memberikan daya tarik pendataan ini dapat dilakukan dengan beragam cara, seperti mengemas pendataan mandiri menjadi sesuatu yang dapat booming atau menjadi tranding dalam dunia media sosial. Iklan dapat menjadi salah satu alternatif untuk membuat kegiatan ini lebih dikenal oleh orang lain.

Menjadikan pendataan mandiri ini sebagai satu bentuk iklan dilayanan media sosial. Dimana jika sesorang ingin mengecek atau membuka akun media sosialnya, maka terlebih dahulu akan tampil di dengan pendataan ini.

Mendorong selebgram, youtuber dan orang-orang yang ngetop dari media sosial untuk menyebarluaskan dan meminta kepada para follower dan sejenisnya menyukseskan kegiatan yang sedang dibangun oleh pemerintah, mewujudkan bangsa maju, sejajar bangsa lain yang telah lebih dahulu maju.

Kegiatan kontes yang biasanya paling banyak digandrungi oleh remaja, dapat dijadikan alternatif memperkenalkan dan mendekatkan SP2020 utamanya pendataan mandiri ini kepada masyarakat (penduduk milenial).

Metode baru pendataan SP2020, harus mendapat dukungan dari semua stakeholder. Utamanya para pelaku usaha karena data kependudukan yang tepat dan update akan memberikan potensi pengembangan usaha lebih maju kedepan. Langkah awal ini merupakan tantangan menjadikan Indonesia maju dan bermartabat, termasuk untuk kemajuan dan perkembangan di Polewali Mandar. ***

*Saran dan kritik terkait tulisan ini dapat disampaikan ke: muzakkarg@gmail.com.

 

Loading...

Komentar